Socialize

FacebookTwitterYoutube

Hukum Makan Katak/Swike

Ustadz, apa hukum makan katak/swike? Mohon diberikan dalilnya, karena selama ini saya menghukumi haram tapi tidak mendapat dalil yang jelas. Kemudian juga makan katak atau kulit katak karena kata orang itu obat asma, boleh apa tidak ya?
Jazakumullah. (Frendika di Surabaya)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Makanan termasuk dalam kategori fiqih muamalah yang hukum asalnya adalah mubah/halal, hingga ada dalil yang mengharamkannya.

Adapun makanan yang diharamkan berdasarkan dalil-dalil yang ada adalah sebagai berikut:

1. Bangkai, ( QS. 2 : 173 dan 5: 3 ), kecuali bangkainya ikan dan belalang, berdasarkan sabda Rasulullah saw yang artinya, “Dihalalkan untuk kita dua macam bangkai ; yaitu bangkai ikan dan bangkai belalang.”

2. Darah yang mengalir ( QS. 2 : 173 dan 5 :3 )

3. Daging babi ( QS. 2 : 173 dan 6 : 145 )

4. Yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah ( QS. 2 : 173 dan 5 : 3 )

5. Yang diperuntukkan untuk selain Allah (sesaji) ( QS. 5 : 90)

6. Keledai jinak. Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Sesungguhnya Rasulullah saw pada Perang Khaibar telah melarang daging keledai jinak dan mengizinkan daging kuda” (HR. Bukhari).

7. Binatang buas yang bertaring dan burung yang bermikhlab/cakar yang mencengkeram (HR. Muslim, Abu Daud dan Nasa-i)

8. Jallalah (setiap binatang yang berubah baunya, dikarenakan banyak makan kotoran) (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

9. Menurut mayoritas ulama’, setiap binatang yang diperintahkan untuk dibunuh yang disebut Rasulullah saw dengan fawasiq/binatang jahat, yaitu tikus, kalajengking, burung gagak, anjing penggigit dan cicak/tokek (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Menurut mayoritas ulama’, setiap binatang yang dilarang untuk dibunuh, diantaranya adalah semut, lebah, burung hudhud dan kodok (HR. Nasa-i dan Ahmad)

Perihal kodok sebagaimana yang anda tanyakan, disebut dalam hadits riwayat Ahmad, Abu Daud dan Nasa-i, bahwa shahabat Abdurrahman bin Utsman berkata: “Ada seorang dokter yang menyebut obat pada Rasulullah saw, yang diantaranya menyebut kodok sebagai obat, maka Rasulullah saw melarang untuk membunuh kodok”.

Imam Ali Asy-Syaukani (pengarang buku Nailul Authar), setelah menyebutkan hadits tersebut lalu berkata: “Larangan Rasulullah saw untuk membunuh kodok tersebut, menunjukkan haramnya makan kodok”. Dan setiap yang haram untuk dimakan, haram untuk dijadikan sebagai obat. Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Sesungguhnya allah telah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan dia telah menjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kalian dan jangan berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Daud)

Demikian penjelasan kami, wallahu a’lam bishshawab.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Posted by on April 2, 2012. Filed under Fiqh,Konsultasi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

One Response to Hukum Makan Katak/Swike

  1. hendro Reply

    September 25, 2012 at 2:25 am

    berarti apabila kita memberikan makanan berupa kodok/katak kepada binatang buas lainnya , mis : ikan arwana maka hukumnya dosa juga kah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>