Socialize

FacebookTwitterYoutube

Fiqih Aulawiyat (Fiqih Skala Prioritas)

Fiqih Aulawiyat


Apa Itu Fiqih Aulawiyat?

Ia berarti meletakkan segala sesuatu pada kedudukannya dan sesuai dengan proporsinya, sehingga tidak mengakhirkan yang seharusnya didahulukan ataupun mendahulukan yang seharusnya diakhirkan, tidak mengecilkan perkara yang besar ataupun membesarkan perkara yang kecil.

Mengapa Perlu Fiqih Aulawiyat?

  1. Adanya kewajiban dan keniscayaan untuk menjaga peringkat dan porsi serta proporsi diantara berbagai amal dan kewajiban-kewajiban syariat.
  2. Kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan dalam hidup ini secara umum dan dalam perjuangan dakwah secara khusus, umumnya lebih banyak daripada waktu dan kemampuan yang kita miliki. Sehingga, konsekuensinya, pastilah yang bisa dan mampu diemban serta dituntaskan hanya sebagaian atau bahkan sebagian kecil saja diantaranya, dan tidak mungkin semuanya. Nah, disinilah mutlak dibutuhkan fiqih aulawiyat, agar sebagian kecil yang dipilih itu benar-benar yang memang menempati urutan tertinggi dalam skala prioritasnya, dan tidak malah sebaliknya!
  3. Konsekuensi dari fiqih muwazanat (fiqih menimbang dan membandingkan diantara pilihan-pilihan yang tersedia untuk menentukan salah satunya). Yakni untuk bisa melakukan proses penerapan muwazanat secara proporsional untuk akhirnya memutuskan satu pilihan terbaik diantara pilihan-pilihan yang ada, setiap kita harus berlandaskan kaedah-kaedah fiqih aulawiyat.
  4. Konsekuensi dari penerapan prinsip pentahapan (tadarruj) dalam berdakwah.

Beberapa Kaidah dalam Fiqih Aulawiyat

  1. Mendahulukan ilmu dan pemahaman atas perkataan dan amal perbuatan
  2. Mendahulukan aqidah dan iman atas amal perbuatan
  3. Mendahulukan yang fardhu dan wajib atas yang nafilah dan sunnah
  4. Mendahulukan yang fardhu ’ain atas yang fardhu kifayah
  5. Mendahulukan fardhu ’ain yang lebih penting atas fardhu ’ain yang lebih rendah tingkat kepentingannya
  6. Mendahulukan fardhu kifayah yang lebih penting atas fardhu kifayah yang lebih rendah tingkat kepentingannya
  7. Mendahulukan fardhu kifayah yang tidak ada pelakunya atas fardhu kifayah yang sudah ada pelakunya
  8. Mendahulukan yang disepakati atas yang diperselisihkan
  9. Mendahulukan yang manfaatnya lebih luas atas yang manfaatnya terbatas
  10. Mendahulukan yang global (kulliyat) atas yang parsial (juz’iyat)
  11. Mendahulukan yang prinsip (ushul) atas yang cabang (furu’)
  12. Mendahulukan yang penting dan mendesak atas yang penting tetapi tidak mendesak ; mendahulukan yang harus disegerakan atas yang bisa ditunda
  13. Mendahulukan yang primer (dharuriyat) atas yang sekunder (hajiyat) dan tersier (tahsiniyat)
  14. Mencegah kemadharatan didahulukan atas mendatangkan kemanfaatan
  15. Mencegah kemadharatan yang lebih besar didahulukan atas mencegah kemadharatan yang lebih kecil
  16. Mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar atas kemaslahatan yang lebih kecil
  17. Mendahulukan kemaslahatan umum (orang banyak) atas kemaslahatan khusus dan individual
  18. Mendahulukan substansi atas kemasan (format) dan peristilahan
  19. Mendahulukan kualitas atas kuantitas
Posted by on April 17, 2012. Filed under Fikroh,Kajian. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

3 Responses to Fiqih Aulawiyat (Fiqih Skala Prioritas)

  1. syaif Reply

    April 21, 2012 at 6:22 am

    alhamdulillah, wawasanislam.com benar benar memberi manfaat pada kami. jazzakumullohu khoiron katsiron..

    • redaksi Reply

      April 23, 2012 at 6:54 am

      Wa iyyakum, semoga istikomah berbagi manfaat

  2. Pingback: Skala Prioritas Hidup « Yuldiais's Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>