Socialize

FacebookTwitterYoutube

Imbalan bagi Pemimpin Adil

Rasulullah saw berabda, “Orang-orang yang berbuat adil di sisi Allah pada Hari Kiamat akan berada di atas mimbar cahaya di sebelah kanan Arsy, yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam menetapkan hukum, adil dalam keluarga, dan adil dalam kepemimpinannya”. (HR. Muslim)

Sungguh luar biasa orang-orang yang menjadikan keadilan sebagai timbangan aktivitas hidupnya. Sungguh terpuji orang-orang yang menjadikan keadilan sebagai misi perjuangannya. Sungguh simpatik orang-orang yang menjadikan keadilan sebagai ukuran utama pada setiap keputusannya. Sungguh  terhormat para pemimpin yang menjadikan keadilan sebagai nafas perjalanan kekuasaannya. Berbahagialah siapapun yang menjadikan keadilan sebagai hiasan kebanggaan pada semua area hidupyang ditapakinya.

Begitu hebat jaminan Rasulullah saw. bagi umatnya yang senantiasa berjalan di atas prinsip keadilan, Ada mimbar cahaya di sebelah Arsy sudah menunggunya.

Bicara tentang keadilan itu hanya ada pada Islam, karena Allah SWT. mengutus para Rasul dan menurunkan kitabnya  tidak lain tujuannya  adalah untuk menegakkan keadilan  “Sungguh, Kami telah mengutus Rasul-Rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil”. ( QS.Al-Hadid 25 )

Bila keadilan menghiasi setiap sisi kehidupan, segalanya tentu akan menghasilkan kebaikan, kemanfaatan, kedamaian dan keharmonisan.  Karena semua fihak mendapatkan haknya secara proporsional , terjaga dan terpeliharanya harga diri.  Subhanallah, benar-benar Islam merupakan karunia dan nikmat yang sangat mahal  yang mengatur segalanya di atas neraca keadilan. Dengan keadilan  mencegah terjadinya krisis bernuansa kezaliman dan keserakahan. Karena  yang memiliki harta berlebih pasti membutuhkan orang-orang yang kekurangan. Yang miskin tidak merasa terhina dan direndahkan. Keadilan menciptakan kehidupan dalam suasana dan nuansa kedamaian dan harmonis.

Nuansa cinta  menhiasi masyarakat yang menjunjung keadilan: ” Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”. (QS. Al-Hujarat 9).  Bisa dibayangkan bila keadilan menjadi sikap yang menonjol pada seluruh lapisan masyarakat?  Semua kondisi, semua keadaan dan di segala tempat, semuanya  menyejukkan mata, menyegarkan jiwa. Sebab pada semua keadaan, semua kondisi dan tempat ada anugerah cinta dari yang Maha Mencintai.

Getaran cinta yang ada di hati karena sikap adil itu tentunya akan terus memacu dan memicu pemiliknya  suka  berbuat kebaikan kepada saudaranya, meskipun ada hubungan yang tidak harmonis.  Terutama semangat kebaikan dengan ketaatan  kepada  Yang Maha Adil dirasakan bukan sebagai beban tapi kebutuhan yang sangat menjanjikan banyak keberuntungan. Sikap adil benar-benar mempermudah  untuk meraih ketakwaan: “Dan janganlah sekali-kali  kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui  apa yang kamu kerjakan”. (QS.Al-Maidah 8)

Sangat istimewa sekali bila keadilan ini diperankan oleh seorang pemimpin. Karena dia akan menjadi orang pertrama di padang Mahsyar kelak untuk mendapat kehormatan dari Allah berupa naungan-NYA pada saat  tidak ada sama sekali naungan kecuali naungan-Nya. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. Bersabda: Tujuh golongan manusia akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan  kecuali hanya naungan-Nya, yaitu Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seorang yang hatinya selalu rindu ke masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah berkumpul dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak zina oleh perempuan yang kaya dan cantik , tapi dia tidak mau dan berkata: Saya takut kepada Allah, seorang yang menyembunyikan sadaqahnya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakan oleh tangan kanannya dan seorang yang berzikir kepada Allah sendirian, lalu bercucuran air matanya (HR.Bukhari Muslim)

Coba hayati sebuah kejadian yang berhubungan dengan  Ali bin Abi Thalib yang saat itu menjadi  khalifah. Beliau mempermasalahkan baju besinya yang ada di tangan seorang Yahudi. Si Yahudi dihadapkan kepada Syuraih sang hakim yang diangkatnya sendiri. Di depan meja sidang Ali duduk sejajar dengan siYahudi itu. Kata Ali: “Baju besi ini milik saya, tetapi ada di tangan dia”. Si Yahudi menjawab: “Baju besi ini milik saya, karena berada pada saya”. Lalu si Hakim Syuraih bertanya kepada Ali sang khalifah: “Apakah tuan punya bukti?”  Jawab Ali : “Punya, yaitu Hasan anakku dan pembantuku”. “Persaksian anak kepada bapak  tidak sah  begitu juga  persaksian pembantu kepada majikannya”, jawab Syuraih. Akhirnya karena saksi ini tidak kuat, maka Hakim Syuraih  memutuskan bahwa baju besi itu milik si Yahudi dan Ali sang khalifah kalah dalam persidangan. Di luar sidang  si Yahudi menemui Ali dan menyatakan kekagumannya  terhadap keadilan hokum Islam dan berkata: “Aku bersaksi bahwa hukum ini adalah hukum para Nabi. Demi Allah, baju ini adalh milikmu”. Lalu si Yahudi masuk Islam dengan membaca dua kalimat syahadat.

Keadilan harus tegak  baik dalam perkataan, perbuatan , persaksian, kepemimpinan dll. Apalagi kini kita berharap munculnya pemimpin yang adil. Semua masyarakat harus berusaha keras berlaku adil, otomatis pemimpinnya insyaallah juga adil karena dipilih oleh orang-orang yang adil.

Kita berlindung kepada Allah jangan sampai pemimpin yang terpilih nanti, pemimpin yang tidak adil. Selain rakyat pasti menderita, pemimpin yang tidak adil itupun pasti lebih menderita!  Karena ada ancaman Rasulullah saw: “Barangsiapa yang mengurusi ummatku, sedikit atau banyak jumlahnya, lantas ia tidak berlaku adil pada mereka niscaya Allah akan membenamkan wajahnya ke dalam api neraka”. (HR. Thabrani).

Oleh : Selamet Junaidi (Deputi Dakwah Ikadi Jatim)

Posted by on February 9, 2012. Filed under Hadits,Kajian. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>