Socialize

FacebookTwitterYoutube

Kajian tentang Puasa Rajab


Sebagai bagian dari pemuliaan dan pengagungan salah satu bulan yang dimuliakan dan diistimewakan oleh Allah dan Rasul-Nya, disunnahkan memperbanyak puasa dan amal-amal lain pada bulan Rajab. Tapi sifatnya umum saja, sehingga bisa dan boleh dilakukan kapan saja, tidak terikat dengan hari atau tanggal tertentu dan khusus.
Jadi dengan demikian, puasa pada tgl. 1/2/3 secara umum adalah sama dengan puasa pada tgl. 8/9/10 atau pada tgl. 25/26/27 misalnya, dan begitu seterusnya. Sebab hadits-hadits yang terkenal dan tersebar tentang fadhilah puasa pada tanggal-tanggal atau hari-hari khusus, shalat-shalat khusus dan amal-amal khusus lain, semuanya menurut para ahli hadits adalah antara dha’if (lemah) sekali dan maudhu’ (palsu).
Sedangkan dalil umumnya adalah karena Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (yang dimuliakan), yakni: Rajab, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram (lihat dan baca QS. At-Taubah: 34, dan HR. Al-Bukhari). Dalam hadits : puasalah dari (pada) bulan-bulan haram dan tinggalkanlah (diulang 2 atau 3x). ( HR. Ahmad dan Abu dawud). Maksudnya, berpuasalah, tapi jangan secara penuh dan jangan terus menerus secara berurutan, melainkan pada sebagian harinya puasa dan pada sebagian lainnya tidak. Ditambah lagi saat ditanya mengapa banyak puasa di bulan Sya’ban, Nabi SAW. Menjawab dan bersabda: karena ia adalah bulan yang diabaikan orang (antara lain dalam hal pemuliaan dan pengagungannya dengan puasa) antara Rajab dan Ramadhan (HR. Ahmad dan An-Nasai).

(Ust. Ahmad Mudzoffar, MA)

Posted by on May 24, 2012. Filed under Kajian. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>