Socialize

FacebookTwitterYoutube

Cara Sedekap dalam Sholat

Bagaimana cara sedekap tangan ketika berdiri dalam sholat.. Apakah tangan diletakkan di dada? Atau di perut? Apakah dalilnya dan bagaimana pendapat keempat imam madzhab?

Pertanyaan

Assalamu’alaikum wr. wb. Ustadz rahimahullah, pertanyaan saya adalah: bagaimana cara sedekap tangan ketika berdiri dalam sholat.. Apakah tangan diletakkan di dada? Atau di perut? Apakah dalilnya dan bagaimana pendapat keempat imam madzhab? Syukran.

(Berlin di Bandung)

Jawaban

Wa’alaikumussalam wr wb.

Perihal cara sedekap dan posisi tangan pada saat berdiri dalam shalat, adalah sebagai berikut  :

1. Dalam hadits riwayat Abu Daud dan Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah saw meletakkan tangan kanannya diatas telapak tangan kirinya, dan pergelangan tangannya, dan lengannya.

2. Dalam hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Huzaimah, disebutkan bahwa Rasulullah saw meletakan tangan kanannya diatas tangan kirinya diatas dadanya.

3. Dalam hadits riwayat  Abu Daud dan Ahmad dari sahabat Ali, disebutkan bahwa beliau berkata: “termasuk sunnah Rasulullah saw adalah meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dibawah pusar”.

4. Dalam hadits riwayat Abu Daud, disebutkan bahwa Ali memegang tangan kirinya (diatas pergelangan tangan) diatas pusarnya.

Berdasarkan dalil-dali diatas, maka ada perbedaan pendapat antara ulama tentang posisi tangan pada saat berdiri dalam shalat sebagai berikut:

a.  Abu Hanifah, Sufyan At-Tsauri, Ishaq ibnu Rahawaih dan Abu Ishaq : dibawah pusar.

b.  Syafi’iyah : diatas pusar dibawah dada.

c.  Sebagian ulama lain : diatas dada.

Yang pasti, bahwa  meletakkan tangan di atas dada atau diatas pusar atau dibawah pusar, bukanlah  termasuk rukun shalat atau wajib shalat, tetapi hanyalah sunnah shalat yang tidak berpengaruh pada keabsahan shalat.

Untuk itu, dalam menyikapi perbedaan dalam hal tersebut, maka jika kita mengikuti salah satu pendapat, maka tidak boleh mengingkari pendapat yang lain.

Wallah a’lam bishshawab.

Wassalamu ‘alaikum wr wb.

Oleh: Ust. Agung Cahyadi, MA (Deputi Riset dan Kajian Ikadi Jatim)

Posted by on February 8, 2012. Filed under Fiqh,Konsultasi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>