Socialize

FacebookTwitterYoutube

Menyeimbangkan Kesehatan Jasmani dan Pikiran

Sehat itu mahal sekali harganya, saking mahalnya tidak dapat dibeli oleh uang sebesar apapun. Sehat juga tidak bisa diwariskan, keberadaanyapun jauh lebih berharga dibandingkan warisan yang paling berharga sekalipun. Orang kaya dengan harta bendanya yang berlimpah bisa membeli apa saja yang ia mau, namun ketika ia jatuh sakit apalagi jika ia menderita penyakit yang kronis dan akut, maka berapapun uang yang dikeluarkan, sangat sulit untuk mendapatkan jaminan ia akan sehat kembali. Mungkin penyakitnya masih bisa disembuhkan, namun kesehatan jasmani mereka pastilah berkurang.

Mata yang buta, pendengaran yang tuli, mulut yang bisu, tumor yang membekak, jantung yang bocor dan penyakit ganas lainya sungguh lebih berharga dibandingkan harta benda yang bergelimangan. Apalah artinya hidup mewah, kaya raya, namun tergulai lemas tak berdaya. Mirisnya, kita baru sadar akan berharganya kesehatan ketika ditimpa sakit. Namun, apakah kita akan jatuh sakit terlebih dahulu untuk merasakan pentingnya menjaga kesehatan? Tentu tidak ada yang menginginkan demikian.

Maka, selagi nikmat sehat masih bersama kita, sepatutnya kita menjaga nikmat itu dengan memperhatikan hal-hal yang bisa membuat badan kita tetap bugar dan sehat. Serta sebisa mungkin menjauhi segala sesuatu yang dapat merusak kesehatan dan mendatangkan penyakit, baik itu penyakit jasmani maupun rohani. Rasulullah bersabda: “Pergunakanlahlimahal sebelum datangnya 5 hal.. masa sehatmu sebelum datangnya masa sakitmu” (H.R. Bukhori-Muslim).

Hidup seimbang merupakan pola hidup yang sehat. Segala sesuatu yang kita perbuat dari makan-minum, istirahat, bekerja, belajar, bergaul hingga beribadah, jika di kerjakan secara seimbang, tanpa ada hal yang dilebihkan atau dikurangi sedikitpun, niscaya hidup kita akan sehat selamanya. Tidak hanya sehat secara jasmani, namun juga sehat ruhaninya.

Perut yang lapar pasti sangat mengganggu, begitupula ketika perut dalam keadaan kekenyangan. Ibadah yang dikerjakan dengan malas-malasan dan kurang kesungguhan serta keikhlasan tidakkanmembuat ruhani kita menjadi sehat, malahkanmembuat penyakit rohani, yangkanmembuat kita kering dari sejuknya beribadah kepada Allah. Sebaliknya, terlalu berlebihan dalam agama dan ibadah malah membuat kita dekat kepada bid’ah dan kemusyrikan. Karena sejatinya agama Islam itu mudah, namun jangan dimudah-mudahkan. Ber-Islam itu juga tidak sulit dan janganlah dipersulit. “Dan Kami tidak akan membebani seseorang, melainkan menurut kesanggupanya”. (QS. Al-Mu’minun:62)

Setelah kita memahami dan mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan dan keseimbangan dalam hidup. Maka kitapun juga harus paham akan urgenitas menjaga keseimbangan dan kesehatan antara jasmani dan pikiran. Al ‘aqlus salîmu fil jismis salîmi, akal yang sehat terletak pada badan yang sehat pula, begitu pepatah arab mengajari kita. Yah, mengajari kita bahwa hidupkan selalu bermakna serta berharga tatkala jasmani dan akal kita selalu dalam keadaan sehat dan seimbang.

Sehingga, menjaga keseimbangan kesehatan jasmani dan akal menjadi hal yang harus kita lakukan, jika ingin anggota badan kita juga berfungsi secara maksimal. Bagaimana kita akan berpikir matang, memunculkan ide yang cemerlang serta menorehkan gagasan yang briliant, jikalau tubuh kita lemah tak bertenaga akibat terkena sakit?  Begitupula, bagaimana kita ingin bergerak dinamis, hidup produktif, dan cekatan dalam bekerja, ketika pikiran sedang stress, jiwa penuh emosi, dan perasaan tak labil?.

 Sungguh hanya mereka yang mampu menjaga kesehatan akal dan jasmani, serta senantiasa memelihara keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohanilah yang dapat merasakan indahnya hidup. Hidup yang tidak sekedar hidup, namun hidup mulia penuh prestasi dan kontribusi. Hidup untuk selalu memberi dan berbagi, dan khusnul khotimah ketika kita meninggal nanti.

”(Dialah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS.Al-Mulk:3). Wallahua’lam bis showab.

Oleh: Muhammad Nidauddin, Lc.

Posted by on March 13, 2012. Filed under Tazkiyah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>